Cerita Luluk Diana dan Cici Juliani, Berjuang Hadapi Keterbatasan demi Raih Impian Jadi Atlet Top D「Malaysia Gambling Network」unia

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

MMalaysia Gambling Networkalaysia Gambling NeMalaysia Gambling Networktworkadapun 20 atlet terpilih tidak hanMalaysia Gambling Networkya kapabel dalam olahraga saja, tapi juga punya semangat Start Your Impossible (SYI) yang merupakan tonggak dari program Satria dan Hero Project.

“Harga peralatan tenis meja bisa sampai Rp 5-6 juta dan mesti rutin diganti setiap tiga bulan. Mereka (Toyota) sangat baik dan perhatian kepada atlet disabilitas,” ujarnya.

Selama menjadi bagian program Satria, Cici mendapat beragam dukungan materiel dan nonmateriel, mulai dari peralatan tenis meja, kesempatan mengikuti kejuaraan, hingga motivasi diri.

Hal senada juga disampaikan Luluk. Ia menceritakan pengalamannya mendapat dukungan dari Toyota dalam program Satria.

JAKARTA, KOMPAS.com – “Di balik setiap hambatan, ada peluang yang menunggu diciptakan.” Ungkapan dari penulis sekaligus motivator Dedy Dahlan ini rasanya cocok untuk melukiskan perjalanan Luluk Diana Tri Wijayana dan Cici Juliani dalam meraih impian menjadi atlet top dunia.

Sejak bergabung dengan program Satria pada 2019, Cici mengakui bahwa semua kebutuhannya sebagai atlet tenis meja terpenuhi.

Baca juga: Menjaring Atlet Muda Berbakat Aneka Cabor Lewat Program Satria

Lifter asal Pacitan, Jawa Timur, tersebut pun pernah berlaga di Kejuaraan Dunia Remaja International Weightlifting Federation (IWF) Youth World Cup 2020. Di kompetisi olahraga yang digelar secara virtual ini, Luluk menempati urutan ke-6.

Beruntung, ada pihak yang melihat potensi Luluk. Selepas menjuarai Popnas 2019, ia terpilih sebagai salah satu atlet untuk mengikuti program dukungan bagi atlet bernama Satukan Bakat Negeri Kita (Satria) yang diadakan PT Toyota-Astra Motor (TAM).

Awalnya, kata Luluk, ia sama sekali tidak mengetahui program Satria. Keikutsertaannya saat itu pun karena dorongan sang pelatih.

Adapun tokoh penting yang turut hadir dalam motivational workshop program Satria adalah atlet angkat besi Ni Nengah Widiasih dan Marcus Fernaldi Gideon. Mereka berperan sebagai mentor dan inspirator bagi atlet muda peserta seminar.

Deretan laga tersebut membuat Luluk ramai di pemberitaan regional ataupun nasional. Bahkan, tak sedikit pengamat memprediksi namanya akan harum seperti para perempuan lifter Indonesia lainnya.

Baca juga: Atlet Powerlifting Ni Nengah Widiasih Pulang ke Bali, Ini 21 Prestasinya

“Saya pribadi tidak menyangka akan mendapat kesempatan bergabung dalam program Satria. Selepas saya juara di Peparnas, tiba-tiba ada dua orang datang mewawancarai dan meminta nomor ponsel. Saya pun waktu itu main kasih saja. Rupanya, itu (untuk) kebutuhan administrasi program (dari) Toyota,” tutur Cici.

Meski demikian, prestasi Luluk tidak datang begitu saja. Luluk sempat berjibaku dengan keterbatasan ekonomi keluarganya. Sementara itu, olahraga yang ia tekuni membutuhkan peralatan yang tidak sedikit dengan harga fantastis. Hal ini turut memengaruhi kondisi psikologisnya.

Cici terpilih masuk ke dalam program Satria karena dinilai sebagai salah satu atlet muda berbakat dan potensial. Dari segi prestasi, gadis asal Ketapang, Kalimantan Barat, ini pernah menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja pada 2018 dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2020.

“Ketika diundang untuk sesi photoshoot di Jakarta, barulah saya diberitahu tentang program Satria. Jadi, program ini memang mengumpulkan atlet-atlet berprestasi untuk didukung secara materiel dan nonmateriel,” tuturnya.

“Harga satu set peralatan angkat besi bisa mencapai Rp 120 juta,” kata Luluk saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Terkait pendampingan dan pelatihan, Toyota mengemas tahapan ini dalam format motivational workshop. Selain ditujukan ke-20 atlet terpilih, acara ini pun mengundang atlet di luar program Satria.

Luluk Diana Tri Wijayana sendiri merupakan atlet angkat beban kelahiran 2005. Meski masih sangat muda, ia telah mencetak sederet prestasi cabang olahraga (cabor) tersebut.

Baca juga: Potret Inspiratif Ni Nengah Widiasih, Peraih Medali Perak di Ajang Paralimpiade Tokyo 2020

Proses seleksi program tersebut memakan waktu berbulan-bulan. Hingga akhirnya, terpilih 20 orang atlet muda potensial yang terdiri dari 13 atlet dari cabor yang dipertandingkan di Olimpiade dan 7 atlet dari cabor yang dipertandingkan di Paralimpiade. Mereka berasal dari cabor atletik, angkat besi, balap sepeda mountain bike (MTB), selancar, renang, taekwondo, judo, renang, boccia, dan tenis meja.

“(Selain materiel) Saya sempat diajak Toyota mengikuti motivational workshop di Makassar. Di sana, saya mendapatkan motivasi dari mantan atlet renang Richard Sambera,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Untuk diketahui, sepanjang 2020 hingga 2021, dukungan Toyota melalui Program Satria bagi 20 atlet terpilih terus berjalan. Hal ini diharapkan dapat membantu atlet dalam meningkatkan performanya sehingga diharapkan dapat menjadi atlet yang lebih baik lagi di masa depan demi mengharumkan nama Indonesia. 

Cici Juliana, atlet terpilih program Satria.

Baca juga: Sinergi Berbagai Pihak Dibutuhkan demi Kemajuan Olahraga Tanah Air

Motivational workshop menjadi tahapan penting dalam program Satria. Sebab, pembekalan wawasan, keterampilan, dan motivasi bagi atlet muda potensial dimulai dari kegiatan ini. Seluruh sesi pun melibatkan tokoh penting, selain tiga mentor yang juga berperan sebagai juri seperti disebutkan sebelumnya.

Sebagai informasi, SYI merupakan kampanye Toyota secara global yang bertujuan menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi rintangan kehidupan.

“Lebih semangat karena ada yang dorong dan bantu agar saya bisa berprestasi. Menurut saya, dukungan program Satria Toyota kepada para atlet sudah lebih dari cukup. Sebab, bukan hanya peralatan, Toyota juga support kebutuhan lain, seperti suplemen dan bantuan nonmateriel lainnya. Itu semua lebih dari cukup,” ungkapnya.

Program Satria diperkenalkan oleh Toyota pada Agustus 2019 sebagai penerus kampanye Hero Project yang sudah terselenggara sejak 2018.

Tercatat, Luluk pernah menyabet tiga medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2018. Medali dengan jumlah yang sama juga disabetnya dari ajang serupa pada 2019. Kemudian, di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019, ia kembali meraih emas dan mencatatkan rekor.

Secara mekanisme, program Satria terdiri dari seleksi dan pembinaan. Seluruh tahapan tersebut dikomandoi oleh tiga mentor, yaitu mendiang wartawan olahraga senior Eko Widodo, mantan atlet renang nasional yang juga pernah berlaga di ajang Olimpiade Richard Sambera, dan tokoh penting dalam olahraga disabilitas Indonesia dr Nino Susanto.

Atlet muda berbakat dan potensial yang masuk ke dalam Top 20 Atlet Satria mendapatkan dukungan penuh dari Toyota, mulai dari pendampingan, pelatihan, finansial, hingga penyediaan alat olahraga. Seluruh bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

Melalui program inisiatif tersebut, Toyota memberikan dukungan bagi para atlet muda berbakat dan potensial agar bisa berprestasi di masa depan. Bahkan, mengorbitkan mereka di kompetisi olahraga tingkat dunia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dukungan dan perhatian Toyota melalui program Satria sukses membakar kembali semangat yang sempat redam akibat keterbatasan ekonomi.

Rupanya, ajang olahraga terakhir menjadi momen pertemuan antara Cici dan program Satria. Ia menuturkan, saat itu, ia tengah menjalani pendidikan sebagai atlet profesional di Sekolah Khusus Olahraga Difabel Indonesia (SKODI) di Surakarta, Jawa Tengah.

Sebelumnya, kebutuhan tersebut diakui Cici sulit terpenuhi. Apalagi, ia berasal dari pedalaman dengan fasilitas dan sarana olahraga yang kurang memadai. Ditambah lagi, ia datang dari latar keluarga petani dan memiliki keterbatasan fisik.

Cerita serupa turut dialami Cici Juliani. Di balik hambatan yang menghalanginya, atlet disabilitas cabor tenis meja ini mendapat peluang untuk mewujudkan mimpinya sebagai atlet profesional.

Baca juga: Lewat Program Satria, Toyota Tunjukkan Kontribusi Memajukan Olahraga Tanah Air