Know the rules of Texas Hold'em_bet365 sports betting_Baccarat Online_Malaysia Online Gambling Company

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

TidU.S. onlinU.S. online casinoe cU.S. online casinoasinoak ada kata maaf untuk penebangan liaU.S. online casinor dan kebakaran hutan demi kepentingan pribadi! Ini saatnya kita untuk lebih mawas terhadap keberadaan hutan kita. Hutan Indonesia adalah paru-paru dunia. So, selamatkan paru-paru dunia!

Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia. Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, kamu boleh bangga sama Indonesia. Sayangnya, kebanggaanmu pada hutan tanah air harus dibarengi dengan kenyataan bahwa luasnya kian hari kian berkurang. Yup, seperti sudah menjadi rahasia umum jika hutan Indonesia makin gundul akibat kebakaran hutan (sengaja ataupun tidak) hingga penebangan liar. Padahal hutan punya peran yang penting bagi kehidupan manusia yang salah satunya dapat mencegah terjadinya banjir. Berikut ini Hipwee Travel akan mengajakmu berjalan-jalan sembari menyaksikan hutan Indonesia yang makin menipis!

Kalau dibakar terus, paru-paru dunia bakal habis! via miner8.com

Semakin menjamurnya pengusaha-pengusaha nakal yang tega membakar hutan demi kepentingan usaha mereka, menjadi penyebab dari berkurangnya luas hutan di Kalimantan. Padahal menurut Forest Watch Indonesia, Pulau Kalimantan menduduki posisi kedua sebagai pulau terluas yang diselimuti hutan di Indonesia. Yakni dengan luas yang tersisa sekitar 26, 6 juta hektare (data tahun 2013). Sementara itu Papua menduduki peringkat pertama sebagai pulau yang diselimuti hutan terluas, sekitar 29, 4 juta hektare. Lebih lanjut, Forest Watch Indonesia mendapati bahwa laju deforestasi (penggundulan hutan) di Indonesia mencapai 1,13 juta hektare pertahunnya!

P.S: Mengurangi penggunaan tisu adalah salah satu langkah kecil menyayangi kondisi hutan kita.

FYI nih guys: gambut jadi gampang banget terbakar dalam keadaan kering lantaran tingginya kandungan karbon di dalamnya! Api bakal tambah memanas sekaligus menggila asapnya manakala pembakaran hutan terjadi saat musim kemarau.

Seperti yang kita ketahui, tisu terbuat dari kayu. Dengan hemat menggunakan tisu, sama saja artinya dengan mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk dijadikan tisu.

Bagaimana asap tidak mengepung sebagian wilayah Indonesia (sebut saja di Sumatera dan Kalimantan), karena sekitar 1,7 juta hektare hutannya ludes terbakar. Bahkan asapnya sampai ‘terekspor’ ke negeri tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Kebakaran hutan yang menyebabkan tragedi asap di Indonesia ini bukan sekali terjadi lho! Sudah sering terjadi, bahkan di tahun 1997 silam, Indonesia sempat menyebarkan asap ke seluruh dunia. Duh, bukan prestasi yang bikin bangga ‘kan?

Kebakaran hutan yang disengaja menjadi salah satu penyebab makin berkurangnya luas hutan di Indonesia. via www.kompasiana.com

Pabrik tisu, furniture kayu, dan kebutuhan kayu lainnya, menjadi salah satu faktor kenapa hutan semakin menipis saja luasnya! via alamendah.org

Menurut data Forest watch Indonesia mencatat setidaknya hingga tahun 2013, tutupan hutan yang tersisa tinggal 82 juta hektare saja! Buat kamu yang masih bingung penyebab kerusakan hutan Hipwee bantu menjelaskannya ya. Penyebabnya ialah ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, kebakaran hutan, illegal logging, hingga korupsi di sektor kehutanan. FYI nih, kerusakan hutan terbesar di Indonesia adalah di Sumatera dan Kalimantan.

Api dari pembakaran gambut ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Gimana asapnya coba? via www.mongabay.co.id

Terbakarnya lahan gambut tersebut seringnya disengaja oleh pengusaha nakal. Yup, pengusaha sengaja membumihanguskan lahan gambut tersebut dengan tujuan untuk dijadikan lahan pertanian baru. Ini juga yang sering disebut sebagai pembukaan lahan. Apa nggak ada cara yang lebih manusiawi ketimbang dibakar? Tentu saja ada, yakni membersihkan lahan dengan alat-alat berat (tapi ini tetap terhitung kejam sih). Jalan pembakaran hutan dipilih lantaran budget yang dihabiskan jauh lebih murah, cukup 500 ribu aja! Ckckck… miris ya, Guys!