Online betting_Live Baccarat Registration_Baccarat formula play_Bodog Sports

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

SRanking of European Bookmakersaat kaRanking of European Ranking of European BookmakersbookmakersmRanking of European Bookmakersu lahir ke dunia, seluruh perhatian dan kasih sayang orang tuamu tersedot ke kamu gak terbagi. Orang tuamu bangga banget sama kamu. Ke mana-mana, kamu selalu mereka ajak. Permintaanmu juga hampir semuanya dituruti.

Kamu: “Ma, kok kepalaku agak peyang sih? Itu adik bentuk kepalanya bagus.”

KAmu: “OKE, DEAL!”

 Adik: “Kak, bantuin ngerjain pe-er dooong…”

MWA-HA-HA-HA-HA-HA!

Yah, sama aja bo’ong dong!

Mama: “Sayang, ini adik kamu.”

Sesaat setelah adikmu lahir, seluruh atensi orang tua, keluarga besarmu, dan orang-orang di sekelilingmu jadi tersedot ke adikmu. Kadang kamu jadi tersisih dan merasa gak dianggap.

Gak bisa nolak kalo adikmu udah pasang tampang kayak gini via giphy.com

Emang sih, kamu kaget banget waktu pertama kali melihat adikmu yang baru lahir, habisnya serem sih! Tapi, waktu adikmu udah berumur beberapa bulan, kamu mulai menganggap dia lucu dan nggemesin. Kamu pun mulai ngajak dia main dan bercanda. Inilah masa-masa kamu mulai merasa menjadi seorang kakak.

Ada anggapan bahwa anak sulung harus bertanggung jawab ke adik-adiknya. Sebab itu orang tuamu gak segan-segan menginvestasikan uangnya untuk membiayai pendidikanmu sampai ke jenjang sarjana atau lebih. Harapannya, kelak kamu bisa membantu meringankan beban keluarga dan menopang pendidikan adik-adikmu.

Kamu adalah orang pertama yang dimintai tolong adik-adikmu saat mereka mengalami kesulitan dengan sesuatu. bukan cuma soal pelajaran sekolah, kamu juga dianggap lebih terampil soal urusan rumah tangga seperti masak, mencuci, atau benerin ini-itu. Kamu udah kayak orang tua kedua mereka yang serbabisa dan mampu ngajarin mereka.

Yup. Kelahiranmu adalah saat-saat pertama kalinya orang tuamu menjadi orang tua. Lewat kamu, mereka belajar dari nol gimana caranya mengasuh seorang anak. Kasarnya, kamu tuh kelinci percobaan mereka gitu, deh. Hehehe.

Kamu: (Sok-sok tegas) “Enak aja, kerjain sendiri dong. ‘Kan kemarin udah kakak ajarin. ”

Kamu: “Heh, kamu masih bocah udah berani nyogok-nyogok ya! Mau jadi koruptor?”

Adik: “Nanti adik traktir es krim deh, Kak.”

Dengan segala peran pentingmu di dalam keluarga, kamu menjelma menjadi seseorang yang paling mereka percaya: menjadi pelindung, penengah, maupun negosiator baik bagi orang tua maupun adik-adikmu. Di titik ini, kamu bukan lagi bocah kemarin sore, kamu adalah manusia dewasa yang utuh.

Kamu anak sulung? Kalo iya, kamu patut berbangga karena udah menjadi orang kepercayaan orang tua serta panutan buat adik-adikmu di dalam keluarga. Tapi selain itu, banyak juga suka-duka yang dialami mereka yang cukup “beruntung” karena lahir lebih dulu.

Padahal kamu lagi pengen bermain sama mainan yang ada di tangan adikmu. Kalo direbut, dia bakal nangis. Kamu pun terpaksa mengalah.

Menjadi tolak ukur dan panutan buat adik-adikmu adalah beban sekaligus anugerah. Kamu harus selalu tampil di garda terdepan dalam menjaga dan melindungi adik-adikmu serta memberi contoh yang baik bagi mereka. Orang tuamu juga menganggapmu paling bisa diandalkan.

Kamu: “WOY, ADEK GUE TUH! KALO BERANI LAWAN GUE SINI!”

Sebagai anak yang lahir paling awal, sudah sapantasnya kamu bangga sama dirimu sendiri. Menurut penelitian, anak sulung cenderung lebih cerdas dan bersinar di sekolah dibanding adik-adiknya. Mereka juga biasanya lebih sukses dalam karir.

“Dek, laptopnya buat kamu aja deh.” via giphy.com

Meski terkadang harus jatuh bangun, jadi anak sulung itu sama sekali gak buruk kok. Dengan segala tanggung jawab yang dimandatkan ke pundakmu, kamu harus bangga lho udah bisa menjalankan peran sebaik-baiknya sebagai anak sulung.

Mama: “Tapi ingat, pakainya barengan sama adikmu ya. Terus, jangan lupa anter adikmu ke sekolah tiap pagi.”

Sebagai anak pertama, kamu bakal diprioritaskan untuk memperoleh fasilitas lebih dulu dibanding adik-adikmu. Kendaraan, laptop, pakaian, buku-buku…semuanya menjadi hak milikmu.

#allhailkakakpertama!

Kamu: “AAAAAAA! MONSTER KECIL KERIPUT!”

Kamu sadar, sebagai anak yang paling tua, suatu saat kamu akan menerima mandat dari orang tua untuk mengurus adik-adikmu. Makanya, diam-diam kamu berusaha keras untuk bisa menjadi seseorang yang bisa menjawab harapan mereka, meskipun terkadang kamu berselisih paham dengan mereka.

Gak ada tuh ceritanya kamu pakai barang bekas orang, kecuali mungkin bekas bapakmu atau kakekmu. Kamu pasti dibeliin baru sama ortumu. Lain halnya dengan adik-adikmu, mereka harus terima dengan lapang dada saat mendapatkan barang bekas kamu pakai.

Adik: “Magnum deh, Kak. Dua.”

Kamu: (Dalam hati) kenapa aku lagi yang disalahkan?

Makanya, kamu gak boleh jadi orang sembarangan, kamu harus jadi manusia super. Setidaknya bagi adik-adikmu.

Mama: “Duh, makanya lain kali kalo main adiknya diawasin yang bener ya.”

Biarpun mereka suka ngeselin dan bikin kamu repot, kamu tetap sayang banget sama mereka kok. Kalo ada yang berani gangguin adik-adikmu:

Kira-kira begini wajahmu pas menerima laptop baru. via giphy.com

Jangan ditiru ya, jadi kakak tuh jangan matre dan gampang disogok! Hehehe.

Mama: “Kok adikmu bisa luka kayak gini sih?”

Kamu udah gak memiliki privasi lagi (ceilehh, masih bocah udah ngerti privasi!) dan mau gak mau kamu harus rela melihat barang-barang (baca: mainan) kesayangan kamu dibanting, diemut-emut, atau dipatahin. Kadang kamu gemes sendiri dan diam-diam mencubit adikmu tanpa ampun sampai dia nangis kejer.

Meskipun lagi galau atau sedih, kamu harus tetap tegar. Siapa lagi yang bisa menghibur dan menjaga mereka kalo bukan kamu?

Enaknya jadi anak pertama, kamu bisa memanfaatkan jabatan sebagai anak sulung untuk “mendelegasikan” tugas-tugasmu ke adik-adikmu. Kalo ortumu adalah presiden dan ibu negara, kamu adalah gubernur dan adik-adikmu adalah satpol PP.

Dalam kondisi apapun, kamu harus tampak tegar. via giphy.com

Nah, adakah suka-duka lain yang kamu alami sebagai anak sulung? Langsung utarakan di kolom komentar yuk!

Mamamu: “Oh, itu gara-gara dulu Papa dan Mama keseringan taroh kamu di lantai, bukan di kasur. Hehehehe.”

Sebelumnya Hipwee udah membahas tentang si anak tengah dan si anak bungsu. Jadi, belum lengkap rasanya kalo kita gak membahas kisah si anak sulung.

Mama: “Kamu itu gimana sih? Sama adiknya ngalah dong, kamu ‘kan kakaknya.”

Kamu: (dalam hati) “Mama tega!” #jedotinlantaikekepala

Kamu: “Maafin aku, Ma.” (Lalu jongkok di pojokan.)

Setiap orang tua pastilah ingin anak-anaknya sukses dan punya hidup yang layak. Makanya, sebagai anak pertama, kamu terbiasa dididik lebih tegas dibanding adik-adikmu.

Kamu: “Tadi dia kesandung, Ma.”

Berjuang keras sampai bisa kayak gini via giphy.com