Matahari Lebih Pa「Football betting app download」sif Dibanding Bintang Serupa, Kabar Baik untuk Kita

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

DFootbFootball betting app downloadall bettiFootball betting app downloadng app downloadaFootball betting app downloadpatkan informaFootball betting app downloadsi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Diameter matahari sekitar 1,4 juta kilometer. Temperatur permukaannya sekitar 5.500 derajat Celsius.

Aktivitas magnetik yang meningkat terkait dengan bintik matahari dapat berdampak pada semburan cahaya matahari, ejeksi massa koronal - pengeluaran plasma dan medan magnet dari bagian terluar atmosfer matahari dalam jumlah besar -, dan fenomena elektromagnetik lain yang dapat memengaruh Bumi.

"Menemukan bintang dengan parameter yang sangat mirip dengan matahari tetap menjadi variabel lima kali lebih mengejutkan," kata Reinhold dilansir Reuters, Jumat (1/5/2020).

Matahari pada dasarnya merupakan bola panas yang mengandung hidrogen dan helium. Bintang di pusat tata surya ini terbentuk lebih dari 4,5 miliar tahun lalu.

Hal inilah yang menyebabkan jumlah dan ukuran bintik-bintik pada bintang bervariasi.

Pada Kamis (30/4/2020), para ahli mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap 369 bintang yang memiliki suhu permukaan, ukuran, dan periode rotasi mirip dengan matahari menunjukkan bahwa rata-rata bintang lima kali lebih aktif dan lebih cerah dibanding Matahari.

Semburan matahari berukuran sedang (M2) dan pengusiran massa koronal (CME) meletus dari wilayah aktif Matahari yang sama pada tanggal 14 Juli 2017.

"Ukuran langsung dari aktivitas matahari adalah jumlah bintik (hitam) Matahari di permukaan," jelas Reinhold yang juga menjadi penulis utama dalam studi yang terbit di jurnal Science.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Benarkah Matahari Objek Terbesar di Jagad Raya?

"Perbedaan ini disebabkan oleh bintik-bintik hitam pada permukaan bintang yang berputar masuk dan keluar dari pandangan," kata astronom Timo Reinhold dari Institut Max Planck untuk Penelitian Sistem Tata Surya di Jerman.

Reinhold menjelaskan, suhu dan periode rotasi merupakan bahan utama "dinamo" di dalam bintang yang menghasilkan medan magnet.

KOMPAS.com - Matahari jauh lebih pasif dibanding bintang lain yang mirip satelit kita, dalam hal variasi kecerahan yang disebabkan oleh bintik matahari dan fenomena lainnya. Menurut para ilmuwan, ini merupakan kabar baik bagi penduduk Bumi.