Baccarat is full of leisure_Indonesia online casino_Online Baccarat_Brazil Gaming

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

KayakMobile lottery bettingnya alasan-alasan dMobile lottery bettingi atas sudah cukup jelas buat meyakinkan peMobile lottery bettinMobile lottery bettinggrokok menghentikan kebiasaannya itu. Mungkin memang sulit banget awalnya, tapi nggak ada salahnya buat dicoba lo. Kalau dirasa perlu, bisa juga menghubungi dokter atau psikolog biar mereka bisa membimbingmu mencari distraksi agar nggak ketergantungan lagi sama rokok.

Data yang dihimpun tenaga medis dari Cina menyebutkan kalau pasien Covid-19 yang punya riwayat merokok, kondisinya akan lebih cepat memburuk. Ia rentan terkena serangan jantung, yang sejauh ini jadi penyebab banyak sekali pasien Covid-19 meninggal dunia. Terbukti dengan kasus kematian corona di Italia, The Centre for Evidence-Based Medicine, University of Oxford, melaporkan kalau merokok tampaknya jadi salah satu faktor yang menyebabkan kematian di sana tinggi, di mana 24% penduduknya memang perokok.

WHO telah meminta orang supaya berhenti merokok, sebab virus corona akan lebih rentan menginfeksi para perokok. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, virus yang tergolong baru ini menyerang organ paru-paru manusia. Gejala awalnya mirip flu pada umumnya; batuk, demam, sakit tenggorokan, dan ditambah sesak nafas. Pada kasus yang parah, pasien bahkan mengalami kesulitan bernafas hingga berujung kematian. Bayangin aja saat paru-paru kita yang notabene udah “rusak” karena merokok, terserang virus ini. Kondisinya bakal makin runyam, kan…

Sudah sebulan lebih kita semua menjalani karantina massal dengan membatasi aktivitas fisik di luar rumah. Wabah corona yang masih terus berlangsung hingga sekarang memaksa manusia untuk mengubah gaya hidup mereka selama ini. Di satu sisi, pelan namun pasti, kita mungkin sudah mulai terbiasa dengan kondisi kayak gini. Orang-orang mulai menemukan cara  mereka masing-masing untuk mengatasi kebosanan saat harus banyak-banyak di rumah.

Aktivitas merokok yang melibatkan tangan dan mulut akan semakin memperbesar kemungkinan virus masuk ke tubuh. Perokok akan lebih sering menyentuh wajah dan area mulut. Padahal belum tentu tangan mereka bersih. Rasanya sulit juga memastikan mereka cuci tangan sesuai anjuran tiap sebelum merokok. Jadi ya, virus bakal lebih punya banyak kesempatan untuk masuk ke dalam tubuh perokok dibanding yang bukan perokok.

Salah satu yang mungkin jadi jalan keluar orang saat merasa jenuh adalah dengan merokok. Sebenarnya nggak perlu nunggu ada pandemi, sebelum corona datang pun, merokok kerap jadi pilihan kegiatan yang dilakukan di kala senggang. Padahal para ilmuwan memandang kalau saat-saat kayak gini justru jadi waktu terbaik untuk berhenti merokok, bukan malah menjadikannya lebih sering. Lo, kenapa ya? Simak, yuk, alasannya berikut ini~

Hingga detik ini, jutaan orang telah kehilangan pekerjaan akibat wabah yang melanda dunia. Mereka terutama yang bekerja di sektor pariwisata, travel, atau transportasi harus rela diberhentikan karena perusahaan nggak punya pemasukan dan nggak bisa menggaji karyawan. Berhenti merokok di tengah pandemi dan krisis kayak gini akan menguntungkan secara finansial. Soalnya uang yang biasanya dihabiskan buat beli rokok bisa dipakai buat beli beras, minyak, atau barang kebutuhan pokok yang lain. Lagian, di saat-saat kayak gini kita mesti pinter-pinter berhemat, kalau bisa menyiapkan tabungan, minimal buat sampai akhir tahun. Karena nggak ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir.