Laporan Rahasia: Uang di Bank Sentral Afghanistan Sudah Dikuras Sebelum Taliban「Indonesian gambling」 Berkuasa

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

FRANKFURT, KOMPAS.com - Bank sentral Afghanistan kehabiIIIndonesian gamblingndonesian gamblingnIndonesian gamblingDonesian gamblingsan sebagian besar cadangan uang dollar AS dalam beberapa minggu sebelum Taliban mengambil alih negara itu.

Tingkat kekurangan uang tunai dapat dilihat di jalan-jalan kota-kota Afghanistan, di mana orang-orang mengantre berjam-jam untuk menarik tabungan dollar, di tengah batasan ketat tentang berapa banyak yang dapat mereka ambil.

Baca juga: Terungkap, Jenderal Top AS Bersaksi Rekomendasikan 2.500 Tentara di Afghanistan

Shah Mehrabi, ketua komite audit bank sentral yang membantu mengawasi bank sebelum Taliban mengambil alih dan masih dalam jabatannya, membela tindakan bank sentral.

Laporan singkat dua halaman rahasia, yang ditulis awal bulan ini oleh pejabat senior ekonomi internasional untuk lembaga-lembaga termasuk Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, mengatakan, kekurangan uang tunai yang parah di negara itu dimulai sebelum Taliban menguasai Kabul.

Informasi itu disampaikan dalam penilaian yang disiapkan untuk donor internasional Afghanistan. Kondisi tersebut juga yang memperburuk krisis ekonomi Afghanistan saat ini.

Temuan ini mengkritik buruknya penanganan krisis yang dilakukan mantan pemimpin bank sentral Afghanistan sebelumnya, di bulan-bulan sebelum penaklukan Taliban.

Baca juga: AS Kalah dalam Perang 20 Tahun di Afghanistan, Jendral Tertinggi Ungkap Alasannya

Menurutnya, pihaknya berusaha untuk mencegah larinya mata uang lokal Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Cadangan FX (valas) di brankas CB (bank sentral) di Kabul telah habis, CB tidak dapat memenuhi ... permintaan uang tunai," kata laporan itu, yang dilihat oleh Reuters seperti dilansir pada Rabu (29/9/2021).

Hal itu termasuk keputusan untuk melelang sejumlah besar dollr AS dan memindahkan uang dari Kabul ke cabang-cabang provinsi.

"Sumber masalah terbesar adalah salah urus di bank sentral sebelum pengambilalihan Taliban," tambahnya.