Football Handicap Analysis_Online Baccarat Sports_Online casino_Platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

KHow to play How to play How to play gamblinggamblinggamblingetika melihat teman-teman How to play gamblingyang sudah sukses atau berhasil mewujudkan impiannya, tak jarang hal ini membuat kita insecure dan sulit menerima diri sendiri dengan baik. Bahkan, terkadang kita juga merasa tidak berharga dan tidak seberuntung orang  lain.

Meski hanya melakukan hal-hal kecil, kerjakan itu dengan sungguh-sungguh. Tidak ada hal besar yang tidak dimulai dengan hal-hal kecil. Tidak perlu menghawatirkan segala sesuatu dengan berlebihan, semua akan berjalan sebagaimana mestinya dan baik-baik saja. 

Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan seseorang mengalami insecure, seperti kurang bisa mengapresiasi diri sendiri, overthinking, dan suka membanding-bandingkan keberhasilan atau pencapaian orang lain. Beberapa kondisi tersebut tentu sangat mengganggu dan bisa menurunkan semangat saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Perasaan ini memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sering membuat seseorang menjadi pribadi yang kurang bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. Jika perasaan seperti ini terus dipelihara, hanya akan menambah beban dan membuat hari-hari dipenuhi rasa penyesalan. 

Dengan meluangkan waktu untuk berlibur atau membantu orang-orang di lingkungan sekitar, bisa membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Selama kita memiliki niat baik dan terus mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh, maka kebaikan-kebaikan akan datang dengan sendirinya. 

Sebenarnya, perasaan itu muncul karena rasa takut yang kita ciptakan sendiri. Rasa itu juga datang ketika kita terlalu menghawatirkan segala sesuatu dengan berlebihan. Kurangnya rasa bersyukur atas apa yang kita miliki, juga menjadi faktor utama kondisi ini hair secara tiba-tiba.

Kita akan terus-terusan disibukkan dengan melihat keberhasilan orang-orang di sekitar. Setelah itu, kita akan menyalahkan diri sendiri, merasa paling bodoh, ketinggalan zaman, dan tidak  berguna. Lantas, apakah semua orang pernah merasakan hal ini? Kenapa perasaan ini sering muncul di kehidupan sehari-hari? 

Memang, tidak ada pilihan lain selain senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah kita miliki saat ini. Mungkin ini terlihat sederhana, namun hanya dengan bersyukurlah, kita dapat menerima, mengapresiasi, dan menghargai diri sendiri. Pasalnya, orang yang kita anggap berhasil, belum tentu mendapatkan apa yang saat ini kita miliki. 

Setelah lulus kuliah, tentu ada banyak perubahan yang terjadi di hidup kita. Seolah hari-hari kita hanya disibukkan dengan tuntutan-tuntutan dan tanggung jawab yang semakin besar. Terlebih saat melihat teman, sahabat, atau orang-orang terdekat sudah berhasil mendapatkan pekerjaan, sementara kita masih sibuk kirim CV ke sana kemari dan tak satupun mendapatkan balasan email. Bukankah hal ini sering mengganggu hati dan pikiran? 

Ya, semua orang pernah di fase ini. Sebuah masa di mana kita merasa paling bodoh karena belum bisa mencapai atau mewujudkan impian seperti orang lain. Tentu, keadaan ini sangat menyakitkan dan mungkin bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan mental.