Korea Utara: AS Punya 「Baccarat experience」Standar Ganda Soal Rudal

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia membagi taruhan

SeBaccarat experienceorBaccarat experienceang analis urusan internasional, Baccarat experiencekim Myong Chol, dikutiBaccarat experiencep KCNA mengatakan bahwa AS membuat kehebohan besar ketika Washington mengecam uji coba rudal dari Korea Utara.

Oleh karena itu, Washington dituduh memiliki kebijakan yang bermusuhan terhadap Pyongyang dan menghambat dimulainya kembali pembicaraan tentang program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.

Baca juga: Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Dia menambahkan, AS menyalahkan Korea Utara ketika negara tersebut sedang meningkatkan kemampuan mempertahankan negara.

AS mengutuk uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara. Menurut para ahli, itu bisa menjadi rudal jelajah pertama yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Sejauh ini, masih sedikit informasi yang diketahui mengenai kredibilitas Kim Myong Chol yang disebut KNCA sebagai analis urusan internasional.

Baca juga: Usai Uji Coba Misil Jelajah, Korea Utara Disebut Luncurkan Rudal Balistik

Washington menuding uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Reuters melaporkan, KCNA kerap menulis komentar atas nama Kim Myong Chol mengenai pemberitannya.

Komentar itu muncul setelah Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama menguji coba rudal balistik pada Rabu (15/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Di sisi lain, Washington bungkam ketika Korea Selatan melakukan uji coba rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam (SLBM) sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Makin Percaya Diri, Korsel Sukses Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

“Respons arogan dan merasa benar sendiri ini adalah ungkapan nyata dari sikap standar ganda Amerika," kata Kim Myong Chol.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Media pemerintah Korea Utara menuding Amerika Serikat (AS) punya standar ganda atas kegiatan militer.